[caption id="attachment_434" align="alignleft" width="150" caption="2 Species 1 Live"]2 Species 1 Live[/caption]

“Jika pertemuan Pria dan Wanita selalu memunculkan konflik, mengapa mereka masih saja tertarik hidup bersama?”

Sebuah kutipan dari buku karangan Josua Iwan Wahyudi yang saya pinjam dari rekan kerja saya, “2 Species 1 Love”, memberikan 21 inspirasi, 21 gambar kartun yang menyindir, dan 21 tantangan untuk para calon pasangan ataupun mereka yang telah berkeluarga. Buku ini dibagi menjadi 21 bab ringkas, masing-masing terdiri dari 1 lembar gambar kartun yang menyentil, 2 halaman cerita, dan 1 halaman penutup sebagai tantangan.

Bab 1: Cocok Nggak Cocok

“Pernikahan bukanlah mencari orang yang cocok, melainkan saling menjadi orang yang cocok bagi pasangannya.”

Betapa bodohnya mereka kalau selama menjalin hubungan (apalagi yang sudah menikah puluhan tahun) baru mengetahui bahwa ternyata ada perbedaan yang sangat besar yang sulit disatukan. Alasan “tidak cocok” juga membuktikan ketidakmampuan mereka atau ketidakmampuan mereka untuk mengelola perbedaan yang ada. Berhentilah mengkambinghitamkan perbedaan. Andalah yang menentukan masa depan pernikahan Anda.

Bab 2: Adu Nasib

“Takdir pernikahan adalah kebahagiaan sejati. Apakah semua orang akan mencapainya? Tergantung apa yang mereka lakukan dalam pernikahan.”

Keharmonisan sebuah hubungan (termasuk pernikahan) adalah murni inisiatif, kerja keras, dan kedewasaan kedua belah pihak. Keharmonisan tidak datang begitu saja hanya karena orang shio anjing menikah dengan orang shio kerbau. Keharmonisan adalah murni hasil usaha 2 orang yang ditentukan oleh faktor internal, yaitu diri mereka sendiri. Bukan ditentukan oleh faktor-faktor eksternal seperti horoskop dan sebagainya. Jika takdir kebahagiaan pernikahan berada di tangan Anda dan pasangan Anda sendiri, mengapa Anda harus menyerahkannya pada sesuatu yang lain?

Bab 3: Perfect Soul Mate

“Di dunia tidak ada yang benar-benar sempurna. Kesempurnaan hanya ada di dalam pikiran kita.”

Pernikahan berbicara mengenai penerimaan. Menerima ketidaksempurnaan pasangan kita. Menerima sisi-sisi gelapnya. Menerima segala sesuatu yang memupuskan harapan kita. Dan berbahagia di dalam semua ketidaksempurnaan itu. Ketika Anda dan pasangan Anda mampu melakukan semua ini, maka saat itulah Anda menemukan sebuah pernikahan yang sempurna.

Bab 4: Buka-Bukaan

“Kadangkala ada hal yang tidak bisa diubah kecuali dengan penerimaan”

Sadarkah Anda bahwa ada banyak orang yang lebih suka hidup dalam kebohongan, memakai topeng berwajah gembira padahal dibaliknya menyimpan sejuta bau busuk? Terkadang kita lebih suka ditipu daripada melihat kebenaran yang menyakitkan. Padahal tidak ada jalan kita, jika Anda ingin pernikahan Anda kokoh, Anda harus siap melihat “borok” pasangan Anda. Anda harus siap melihat bagian-bagian buruk dari pasangan Anda. Ujian kedewasaan tertinggi dalam pernikahan adalah penerimaan. Jika Anda merasa tidak siap dengan kemungkinan-kemungkinan terburuk, maka Anda perlu berpikir ulang untuk menikah.

Bab 5: Beda Yang Indah

“Sebuah komposisi musik yang indah dibentuk dari berbagai alat musik yang berbeda, bukan oleh sekumpulan alat yang sama.”

Dalam menyikapi perbedaan, setidaknya ada 4 alternatif yang bisa Anda lakukan bersama: Mengeliminasi, Berkompromi, Kombinasi, dan Toleransi.

Bab 6: Kuncinya Di Sini

“Tidak ada orang sulit di dunia ini, yang ada adalah orang yang belum kita pahami”

Kunci dari sebuah pernikahan yang harmonis adalah saling memahami. Bukan hanya memahami keunikan masing-masing, melainkan juga memahami perbedaan yang bisa muncul akibat keunikan-keunikan tersebut.

Bab 7: Beda Kuliner

“Pria itu seperti wafel dan wanita itu seperti spagethi”

Otak pria itu sepert wafel. Terbagi atas kotak-kotak ruang. Setiap topik memiliki ruangnya masing-masing. Otak wanita diibaratkan seperti bakmi. Semuanya saling sambung-menyambung dan berhubungan. Itu sebabnya tidak mengherankan apabila wanita bisa memulai topik pembicaraan mengenai motor dan mengakhiri obrolannya dengan topik mengenai sepatu high heels.

Bab 8: Bla… Bla… Bla…

“Fokusnya bukanlah Anda, tetapi pasangan Anda!”

.Pria memiliki jatah 7000 kata yang harus dihabiskan dalam sehari. Sedangkan wanita? Mereka juga memiliki jatah 7000 kata, dikalikan 3!

Bab 9: Feeling vs Logic

“Kedewasaan yang sesungguhnya adalah memiliki perasaan yang sudah dipikirkan dan memiliki pikiran yang sudah dirasakan”

Pria mengatasi stress/krisis/masalah dengan berfokus pada menemukan solusinya, sedangkan wanita mengatasi stress/krisis/masalah dengan menggunakan hubungan yang melibatkan unsur emosi.

Bab 10: Saatnya Peka

“Apa yang terbaik menurut Anda belum tentu yang terbaik menurut orang lain”

Wanita bukan hanya menyelesaikan stress dengan berbicara, lebih jauh dari itu, mereka menyelesaikan stress melalui hubungan. Ketika pria dalam kondisi sangat tertekan, maka semua otak mereka yang berhubungan dengan hubungan dan perasaan akan terputus. Pria akan menjadi sangat fokus pada pikiran mereka untuk mencari solusi.

Bab 11: One Track

“Ketika seorang pria sedang fokus, ia akan mengelimininasi sekitarnya”

Ketika pria sedang fokus pada sesuatu, entah ia sedang melihat sesuatu, mendengar sesuatu, atau melakukan sesuatu, maka pria akan cenderung menjadi tidak aware dengan hal lain. Berbeda dengan wanita yang sering disebut sebagai makhluk multitrack.

Bab 12: Triple X

“Anda tidak bisa mencegah burung terbang di atas kepala, tetapi Anda bisa mencegah mereka bersarang di kepala Anda.”

Pria akan memikirkan mengenai hal-hal yang berhubungan dengan seks dan porno sebanyak 240 kali sehari. Artinya, rata-rata 6 menit sekali pria cenderung berpikir jorok. Pria mampu memisahkan urusan cinta dan seks. Sedangkan wanita justru membutuhkan cinta untuk membuatnya bergairah secara seksual.

Bab 13: Ikan Ketemu Air

“Hal yang paling Anda anggap remeh bisa menjadi hal terpenting bagi orang lain”

Pria cenderung lebih mudah belajar mengemudi karena untuk mengemudi mobil dan parker sangat diperlukan kemampuan spasial serta koordinasi tangan dan kaki yang baik. Banyak orang maklum ketika sebuah mobil terlihat “ngaco” karena pengemudinya adalah wanita.

Bab 14: Rabun Dekat

“Tidak ada yang salah dengan pasangan Anda, mereka hanyalah berbeda dari Anda.”

Wanita memiliki jangkauan pandangan yang luasnya hampir 180 derajat! Alasan ini pula yang membuat wanita jarang tertangkap basah sedang melirik pria ganteng yang duduk di sebelahnya. Dan pria, sering menjadi korban tertangkap basah sedang memandangi wanita seksi sampai gerakan kepalanya mengikuti kemanapun wanita itu melangkah. Baik pria maupun wanita sebenarnya memiliki persentase yang sama dalam hal “lirik-melirik”.

Bab 15: Ujian Cinta

“Ketika Anda kehilangan rasa percaya, sesungguhnya Anda sedang kehilangan cinta”

Kebiasaan menguji pasangan memiliki dampak yang tidak baik. Menguji adalah indikasi tidak adanya trust dalam sebuah hubungan. Menguji adalah tindakan memaksakan harapan dan tidak bisa menerima bagian tertentu pasangan kita. Menguji adalah bukti ketidakdewasaan dan bukti bahwa ada sesuatu yang bermasalah dalam emosi Anda.

Bab 16: Periode Perang

“Salah satu anugerah Tuhan terbesar kepaad manusia adalah: kemampuan untuk memilih dan menentukan perilakunya sendiri.”

Datang bulan adalah salah satu keluhan terbesar baik oleh kaum pria maupun oleh wanita itu sendiri. Pertama, gara-gara wanita datang bulan, mereka jadi tidak bisa berhubungan seks setiap saat. Kedua, ketika datang bulan, pria sering menjadi sasaran kemarahan wanita untuk alasan-alasan yang terkadang sama sekali tidak jelas.

Bab 17: Shopping Time!

“Wanita tidak pernah membutuhkan alasan dan tujuan untuk berbelanja. Mereka melakukannya karena mereka wanita!”

Perhatikan ketika para wanita sibuk berbelanja, jika mereka bersama pasangannya, mungkin Anda akan melihat ada wajah-wajah lesu yang menghiasi wajah pasangannya. Kepala mereka akan mulai berat dan mengantuk jika diajak masuk ke dalam department store lebih dari 20 menit.

Bab 18: Sang Kompetitor

“Ketika pria tidak mau kalah, ia bukan mirip anak kecil. Anak kecillah yang mirip pria…”

Para wanita, pernahkah Anda melihat para pria begitu ngotot tidak mau kalah untuk sesuatu yang sangat konyol? Misalnya, mereka bertengkar hanya karena kalah main game.

Bab 19: Barter Gen

“Definisi tidak maksimal adalah melakukan, berfungsi atau menjadi sesuatu yang bukan seharusnya”

Pernakah Anda bertanya-tanya mengapa ada wanita yang begitu perkasa, dominan, dan seolah-olah lebih ahli melakukan pekerjaan pria daripada sang pria itu sendiri. Dan sebaliknya, ada juga pria-pria yang begitu feminism, perasaannya sangat halus, dan bahkan kadangkala menggemari beberapa kegiatan favorit wanita seperti ngerumpi, shopping, dan sebagainya.

Bab 20: Konflik Positif

“Konflik menunjukkan kelemahan kita masing-masing. Apakah kita akan menjadi semakin baik atau semakin rusak, tergantung kita sendiri”

Pasangan yang gagal memandang konflik sebagai masalah, sebuah ajang pertarungan, dan tidak belajar dari konflik yang mereka alami. Pasangan yang dewasa memandang konflik sebagai sesuatu yang wajar, dan sebagai sarana untuk menunjukkan titik-titik yang perlu dikembangkan.

Bab 21: Bunuh Diri Ah…

“Cinta bukanlah berapa banyak kebahagiaan yang Anda kumpulkan, melainkan berapa banyak kebahagiaan yang sudah Anda berikan”

Pernahkah Anda menahan diri tidak marah pada pasangan Anda yang sedang datang bulan dan mengomeli Anda tanpa alasan? Jika Anda menjawab pernah, Anda tentu mengerti apa yang kami maksud dengan kata “bunuh diri”.

“Bagaimana mungkin hidup bersama selamanya dengan orang yang jelas-jelas berbeda dengan kita?”

Penasaran dengan isi bukunya? Silahkan cari di toko buku terdekat yah…

BERITA BINUS : BINUS UNIVERSITY Kirimkan perwakilan di Ajang 2018 The 4th International Workshop of Creative Computing in Game and Animation (IWCCGA) dan Tokyo Game Show (TGS)

Leave a Reply